Program Studi Manajemen Rekayasa Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) kembali menyelenggarakan kegiatan akademik tahunan melalui rangkaian Engineering Management Week ke-12 (EM Week 12). Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah Seminar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang mengangkat tema “Inovasi Digital K3 dalam Membangun Budaya Safety First melalui Kecerdasan Kolektif dan Teknologi Proaktif”.

Seminar K3 ini diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Rekayasa UISI pada Kamis, 22 Januari 2026 yang juga bertepatan dengan bulan K3 Nasional. Seminar berlangsung secara hybrid bertempat di Auditorium Kampus B UISI & Via Zoom Meeting, Universitas Internasional Semen Indonesia, Gresik. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta peserta umum yang memiliki ketertarikan terhadap isu keselamatan dan kesehatan kerja di dunia industri. 

Seminar ini menjadi bentuk komitmen Prodi Manajemen Rekayasa UISI dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya penerapan K3 di era transformasi digital. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam membahas tantangan serta peluang pengembangan sistem K3 yang adaptif dan berkelanjutan.

Inovasi Digital sebagai Strategi Penguatan K3

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor industri, termasuk dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Digitalisasi memungkinkan sistem K3 berkembang menjadi lebih terintegrasi dan adaptif melalui pemanfaatan teknologi seperti sistem pelaporan berbasis digital, pemantauan kondisi kerja secara real-time, serta pengelolaan risiko kerja berbasis data. Pendekatan ini membantu organisasi dalam mengidentifikasi potensi bahaya secara lebih cepat dan akurat, sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan keselamatan kerja.

Hal ini juga disampaikan oleh Ir. Syahril Reza Nugraha, S.T. , Safety Expert dari PT. Barito Sarana Karya, dan Heri Purwanto, S.T. yang menekankan bahwa pemanfaatan teknologi digital merupakan kunci dalam membangun sistem K3 yang proaktif dan berkelanjutan di lingkungan kerja. Pendekatan K3 berbasis teknologi tidak lagi berfokus pada penanganan pasca kejadian, melainkan menitik beratkan pada upaya pencegahan kecelakaan kerja secara sistematis dan berkelanjutan. Dengan dukungan data dan pemantauan berkelanjutan, potensi risiko dapat diminimalkan sejak dini, sehingga keselamatan kerja menjadi bagian integral dari proses kerja dan budaya organisasi secara keseluruhan.

Membangun Budaya Safety First Melalui Kecerdasan Kolektif

Selain teknologi, seminar ini menekankan pentingnya kecerdasan kolektif dalam membangun budaya safety first. Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen organisasi. Melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif bersama ahli K3, peserta diajak untuk memahami bahwa keberhasilan penerapan K3 tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada kesadaran dan perilaku individu di lingkungan kerja.

 

Peran Prodi Manajemen Rekayasa UISI

Sebagai program studi yang mengintegrasikan aspek teknik dan manajerial, Prodi Manajemen Rekayasa UISI memiliki peran strategis dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman K3 yang komprehensif dan aplikatif. Penyelenggaraan Seminar K3 dalam rangkaian EM Week 12 ini menjadi salah satu upaya nyata prodi dalam mendukung kesiapan lulusan menghadapi dunia industry

Kontribusi Kedepan

Ke depan, penerapan K3 berbasis inovasi digital diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, meningkatkan produktivitas, serta mendorong terbentuknya sumber daya manusia yang memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja.

Bagi dunia akademik, khususnya Program Studi Manajemen Rekayasa UISI, seminar ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat integrasi antara pembelajaran, penelitian, dan praktik K3 di industri. Melalui kegiatan seperti Seminar K3, kampus berperan aktif dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis dan manajerial, tetapi juga memiliki kepedulian dan kompetensi dalam menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja secara berkelanjutan.

Leave A Comment