Sinergi Mahasiswa UISI dan Warga Indro : Membangun Sistem Resapan Mandiri Berbasis Biopori
Kelurahan Indro – terletak di Kecamatan Kebomas, Gresik, merupakan wilayah penyangga industri yang padat pemukiman. Dengan minimnya lahan terbuka hijau, risiko genangan air saat musim hujan menjadi tantangan rutin. Menanggapi hal ini, mahasiswa Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) hadir membawa solusi praktis melalui penerapan Lubang Resapan Biopori (LRB).
Program ini merupakan aksi nyata penerapan sistem resapan air vertikal atau biopori. Mahasiswa UISI melakukan edukasi sekaligus praktik langsung pembuatan lubang sedalam kurang lebih 100 cm dengan diameter 10 cm. Lubang ini kemudian diisi sampah organik untuk memicu aktivitas fauna tanah seperti cacing yang akan membentuk pori-pori alami sebagai jalur resapan air. Titik pemasangan diprioritaskan pada area yang sering mengalami genangan yang permukaan tanahnya telah tertutup semen atau aspal.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh kelompok Mahasiswa UISI (melalui program KKN atau pengabdian masyarakat) berkolaborasi dengan Pemerintah Kelurahan Indro serta tokoh masyarakat setempat. Warga RT dan RW setempat dilibatkan secara aktif agar mereka memiliki kemandirian dalam merawat dan menambah jumlah lubang biopori di masa depan.
Ketua KKN UISI, Fiki Satria menejelaskan bahwa ada beberapa alasan mengapa mahasiswa UISI mendorong teknologi sederhana ini :
“ Kami melihat pemukiman di Indro sangat padat sehingga kami menerapkan biopori yang hanya membutuhkan sedikit ruang di teras atau pinggir jalan untuk mengurangi genangan air. Lalu Membantu warga mengelola sampah organik rumah tangga agar tidak hanya menumpuk di TPA,” ungkapnya, Kamis(18/12/2025)
Aksi ini berlangsung pada periode transisi musim atau menjelang musim penghujan. Hal ini bertujuan agar saat curah hujan tinggi tiba, sistem resapan sudah siap bekerja secara optimal. Proses Penerapannya di Lapangan Mahasiswa UISI menerapkan metode yang sistematis dalam pelaksanaannya :
- Sosialisasi: Mengedukasi warga mengenai manfaat dan cara kerja biopori.
- Pengeboran: Menggunakan bor tanah manual untuk membuat lubang vertikal.
- Instalasi: Memasukkan pipa PVC yang telah dilubangi (porous) untuk menjaga dinding lubang agar tidak runtuh.
- Aktivasi: Mengisi lubang dengan sampah organik (daun kering/sisa sayuran).
- Finishing: Menutup bagian atas dengan casing besi atau plastik agar aman bagi pejalan kaki.
Program ini adalah solusi cerdas di lahan terbatas. Kolaborasi mahasiswa UISI dan masyarakat ini berhasil mengubah kerawanan genangan menjadi kekuatan resapan, sekaligus memberikan cara baru bagi warga Kebomas dalam mengelola sampah organik secara produktif di halaman rumah sendiri.